Aku bangga dengan masa kecilku
Wednesday, June 23rd, 2010Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Lahir di kota Serang pada tanggal 13 Mei 1990. Terlahir dari pasangan muda Haminto dan Isah Roisyah yang sejak aku lahir mereka sudah akrab aku panggil mamah dan papah. Di usiaku ke 20 tahun ini, aku ingin mengulas kembali masa kecilku lewat diary ini.
Dear Diary Kiranti,,
Ada satu cerita masa kecil yang tidak pernah aku lupakan. Mamah pernah bercerita kepadaku tentang masa kecilku dulu. Kata mamah, putri kecilnya ini dulu adalah anak yang lincah, nakal dan cerdas. Mamah ingat sekali, ketika usia aku belum genap sebelas bulan aku sudah lincah berjalan dan gigiku sudah tumbuh 4 buah, aku sudah pandai menyanyi, menari, dan sudah menguasai banyak kata dan sudah pandai menyebutkan warna-warna. Dulu rumah kami mengontrak di perumahan di daerah serdang (kab.Serang) yang tidak jauh dari situ ada sebuah warung makan. dengan kagetnya mamahku tau kalau aku tidak ada di rumah. mamah dan papahku sibuk mencari sampai tetanggapun ikut mencari. dengan wajah polosnya aku pulang dan masuk ke rumah sementara wajah mamah dan papah terlihat lelah dan pucat karena mencari aku. seketika itu mamah langsung menangis dan memeluk aku. mamah bertanya padaku, “dian, darimana? mamah dan papah nyariin kemana-mana.” dan dian kecil pun menjawab “mah bei eh atu..”. Mamah, papah dan tetanggapun tidak mengetahui apa yang aku katakan saat itu. tapi dengan sekantong keresek yang aku bawa semuapun jadi mengerti bahwa saat itu aku pergi ke warung makan di ujung jalan dan membeli sekantong es batu. semua keteganganpun hilang menjadi tawa haru. mamah langsung teringat bahwa aku sangat penasaran dengan rasa es batu yang sering di beli mamah di warung itu. dengan senyuman mamah memukul pantat keclku sambil berkata “anak mamah yang pintar..”








